Home Kesehatan Saran Para Ahli untuk Tidak Hangatkan Makanan Buka Puasa untuk Sahur

Saran Para Ahli untuk Tidak Hangatkan Makanan Buka Puasa untuk Sahur

17
Tidak Hangatkan Makanan

Beberapa orang biasanya memilih menu makanan Sahur yang lebih praktis karena waktu menyiapkan lebih sedikit. Tidak jarang, bahkan banyak memilih garis pintas dengan menghangatkan menu makanan yang cepat untuk makan Sahur.
Namun demikian, menghangatkan makanan yang melanggar puasa agar dapat dikonsumsi lagi ketika Sahur tidak direkomendasikan oleh seorang ahli gizi.

Daripada menghangatkan makanan, seorang ahli gizi klinis dari Universitas Indonesia, Dr. Princess Sakti, mengatakan bahwa lebih baik menyiapkan rempah-rempah dan bahan untuk dua porsi sekaligus, agar lebih praktis untuk diproses selama Sahur.

Tidak Hangatkan Makanan Buka Puasa untuk Sahur

“Memang, yang terbaik seharusnya tidak dipanaskan (dihangatkan). Saya sarankan membuat rendaman untuk dua porsi, ketika melanggar puasa dan Sahur,” katanya, seperti dikutip antara.

Dia kemudian memberi contoh, “misalnya, membuat SOP, rempah-rempah dasar dibuat dua kali lipat, maka betis dibuat panci besar. Kemudian ketika Sahur hanya memasukkan sayurannya dengan harapan konten yang tidak rusak.”

Selain itu, putri juga menyediakan menu makanan untuk Sahur sehingga tubuh itu kuat puasa.

Dia merekomendasikan sup seperti sup dengan sayuran yang bervariasi atau ditambah bahan lain seperti ayam, daging atau kacang merah. Jadi, dalam satu hidangan juga mencakup sumber vitamin, protein hewani dan sayuran.

Baca Juga : Kurang Olahraga Dapat Tingkatkan Risiko Kematian Covid-19

“Aku memilih saus karena kita perlu menambahkan cairan selama sehari, di sampingnya juga tidak rumit untuk membuatnya. Kemudian, dengan variasi nabati. Juga masukkan ayam atau besok dengan daging, kacang merah. Jadi dalam satu masak, ada Sudah protein hewani, sayuran dan sayuran, “katanya.

Jika Anda ingin melayani ikan Balado, ia mengatakan itu juga dapat ditambahkan dengan tahu dan tempe. Setelah itu, Anda hanya menambah sayuran sebagai lauk lain.

Menurutnya, metode ini adalah untuk meminimalkan waktu memasak sehingga tidak terlalu lama.

“Sayuran yang baik tidak dipanaskan lagi terutama sayuran hijau, jika perubahan nitrat dapat menjadi carinonegenic juga. Vitamin juga banyak berkurang,” kata Putri.

“Sayuran tidak butuh waktu lama untuk dimasak, diperkirakan lima menit tidak terlalu lama. Sayuran seharusnya tidak dipanaskan, yang ingin memanaskan hidangan lain misalnya ayam atau daging,” tambahnya.

Demikian Saran Para Ahli untuk Tidak Hangatkan Makanan Buka Puasa untuk Sahur, semoga bermanfaat