Home Berita Kapal Selam Nanggala Hilang Komunikasi Lebih dari 24 Jam di perairan Bali

Kapal Selam Nanggala Hilang Komunikasi Lebih dari 24 Jam di perairan Bali

30
Kapal Selam Nanggala hilang

Kapal Selam Nanggala Hilang Komunikasi Lebih dari 24 Jam di perairan Bali, Kapal selam milik TNI AL yang hilang kontak di perairan Bali pada Rabu (21/4) pagi adalah KRI Nanggala-402 . Menurut kabar, kapal selam tersebut mulai menyelam sekitar pukul 03.00 WIB.

KRI Nanggala-402 merupakan satu dari lima kapal selam angkatan laut Indonesia yang saat ini menjalani pelatihan dan pengujian di perairan Bali. Direktur Badan Intelijen Angkatan Laut Indonesia, Kadispen, Laksamana Pertama Julius Widjojono mengatakan, kapal tidak lagi dapat dihubungi setelah menyelam. TNI AL segera menggunakan metode kordon 2000 yard untuk mencari kapal yang hilang tersebut dengan KRI Gusti Ngurah Rai (GNR-332) dan KRI Diponegoro (DPN-365) di dekat lokasi penyelaman KRI Nanggala-402 menggunakan sonar aktif. Tapi tidak ada apa-apa.

Kemudian, sekitar pukul 07.00 WIB dilakukan observasi helikopter dari udara dan ditemukan tumpahan minyak di dekat lokasi penyelaman KRI Nanggala. Konon, tumpahan minyak tersebut disebabkan rusaknya tangki bahan bakar kapal buatan Jerman akibat tekanan laut atau sinyal posisi KRI NGL-402.

Ada 53 anggota awak kapal. Menurut informasi yang diberikan TNI AL, awaknya terdiri dari 49 awak, 1 komandan unit, dan 3 personel persenjataan. Kolonel angkatan laut (P) yang bertanggung jawab atas kapal ini adalah Geri Octavian.

Diperkirakan untuk sementara kedalaman kapal ini adalah 600-700 meter. Diketahui kedalaman ini melebihi kapasitas kapal dengan spesifikasi penyelaman maksimal 500 meter. Diduga, kapal kehilangan kontak akibat pemadaman listrik saat menyelam statis.

Pemadaman listrik menyebabkan kapal kehilangan kendali dan tidak dapat melakukan prosedur darurat. TNI AL memastikan kapal selam dalam keadaan aman saat menyelam. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, menurut laporan interim, KRI Nanggala-402 kehilangan kontak 60 mil dengan perairan Bali.

Pantau Langsung Pencarian

Proses pencarian kapal selam yang hilang tersebut dipantau secara langsung oleh Kepala Staf AL (KSAL) Laksamana Yudo Margono dari KRI dr. Soeharso. Hadi juga disebut akan ikut melihat langsung pencarian pada sekitar perairan Bali.

Menurutnya, sehabis memantau pencarian, Hadi akan memberi informasi pers di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali, siang nanti.

Julius menyebut pencarian masih berlangsung sampai pagi ini. Ia menyampaikan belum terdapat pertanda-tanda keberadaan kapal selam tadi selama pencarian malam tersebut.

“Pencarian masih berlangsung. Belum terdapat (tanda-indikasi kapal diketahui keberadaannya),” ujar Julius pagi ini.

TNI Angkatan Laut sendiri sudah membangun posko pencarian pada Banyuwangi, Jawa Timur. Titik pengungsian pencarian juga didirikan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi dan Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Baca Juga : Cara Mengatasi Kaca Mobil Berembun saat turun hujan

KRI Nanggala-402 diproduksi pada 1977 silam yang diproduksi oleh pabrik  Howaldt Deutsche Werke (HDW) tipe U-209/1300, Kiel, Jerman Barat .

Kapal selam tadi memiliki berat 1.395 ton; panjang 59,lima meter; lebar 6,3 meter dan draft 5,lima meter. Nama KRI Nanggala-402 yang tenggelam tersebut diambil dari senjata pewayangan, Nanggala.